Banyak pemilik menganggap grooming hanya mandi dan sikat bulu. Itu setengah benar. Masalah kesehatan kecil paling sering muncul justru di bagian yang jarang diperiksa: telinga, kuku, sela jari, dan lipatan kulit.
Grooming yang efektif = inspeksi rutin + perawatan detail.
Grooming Rutin yang Sering Dilupakan: Telinga, Kuku, dan Area Tersembunyi
Perawatan Telinga
Telinga kotor bukan cuma soal bau — bisa jadi awal infeksi.
Cek mingguan:
- ada kotoran hitam?
- bau menyengat?
- sering digaruk?
Cara bersihkan:
- pakai cairan pembersih telinga khusus hewan
- teteskan → pijat pangkal telinga → lap bagian luar
- jangan korek dalam dengan cotton bud
Kotoran hitam pekat berlebihan bisa tanda tungau telinga — bukan kotor biasa.
Pemotongan Kuku
Kuku terlalu panjang menyebabkan:
- nyangkut
- postur jalan berubah
- risiko patah & luka
Frekuensi:
- rata-rata 2–4 minggu sekali (tergantung aktivitas)
Teknik:
- pakai gunting kuku khusus
- potong ujung tajam saja
- hindari bagian pink (ada pembuluh darah)
Kalau ragu — potong sedikit tapi rutin, bukan banyak sekaligus.
Sela Jari & Telapak Kaki
Area ini sering lembap dan kotor tapi jarang dicek.
Periksa:
- kemerahan
- bau
- kerak
- jilatan berlebihan
Bersihkan dengan lap lembap setelah area luar kotor. Keringkan.
Area Bawah Ekor
Sering diabaikan — padahal sumber bau dan iritasi.
Cek:
- sisa kotoran
- bulu menggumpal
- kulit merah
Bulu panjang di area ini kadang perlu trimming ringan agar tidak menahan kotoran.
Jadwal Grooming Minimum yang Masuk Akal
Harian
- cek cepat bulu & kulit
- lihat garukan tidak normal
Mingguan
- telinga
- sela jari
- sikat bulu menyeluruh
Bulanan
evaluasi kondisi kulit
kuku
trimming area tertentu
