Salah satu perilaku alami kucing yang jarang dipahami adalah kebiasaan menandai wilayah. Kucing merupakan hewan yang sangat teritorial. Artinya, mereka ingin memiliki area yang mereka anggap sebagai “daerah kekuasaan”.

Cara kucing menandai wilayah tidak selalu dengan hal yang terlihat jelas. Mereka bisa melakukannya dengan beberapa cara alami.

Cara Kucing Menandai Wilayah

Beberapa metode yang biasa digunakan kucing antara lain:

  • Menggosokkan tubuh atau kepala ke benda
    Di wajah kucing terdapat kelenjar aroma yang meninggalkan bau khusus.
  • Menggaruk permukaan tertentu
    Selain menajamkan kuku, garukan juga meninggalkan tanda visual dan bau.
  • Menyemprotkan urin (spraying)
    Ini adalah cara paling kuat untuk memberi sinyal bahwa area tersebut sudah “dimiliki”.

Perilaku ini sangat umum terjadi pada kucing liar yang hidup bebas di luar ruangan.

Mengapa Kucing Liar Sering Kembali ke Tempat yang Sama

Ketika seekor kucing sudah menandai suatu area, ia cenderung akan kembali ke tempat tersebut secara rutin. Bau yang mereka tinggalkan berfungsi sebagai penanda wilayah sekaligus pesan bagi kucing lain.

Itulah sebabnya banyak orang merasa kucing liar sering datang kembali ke halaman, taman, atau teras rumah meskipun sudah pernah diusir sebelumnya.

Masalahnya bukan sekadar keberadaan kucing, tetapi bau yang tertinggal dapat mengundang kucing lain untuk datang juga.

Cara Mengatasi Tanpa Menyakiti Kucing

Daripada menggunakan cara ekstrem, pendekatan yang lebih efektif adalah menghilangkan bau penanda wilayah tersebut dan membuat area terasa tidak menarik bagi kucing.

Beberapa cara yang sering digunakan antara lain:

  • Membersihkan area yang sering ditandai
  • Menutup tempat yang sering dijadikan lokasi berkumpul
  • Menggunakan produk anti kucing liar yang memanfaatkan aroma yang tidak disukai kucing

Metode anti kucing liar berbahan alami biasanya lebih dipilih karena aman bagi lingkungan dan tidak berbahaya bagi hewan peliharaan.

Fakta Menariknya…

Seekor kucing liar bisa memiliki wilayah jelajah hingga beberapa hektar, terutama jika area tersebut memiliki sumber makanan dan tempat berlindung.

Artinya, jika suatu rumah sudah menjadi bagian dari wilayah mereka, kemungkinan besar kucing tersebut akan terus kembali kecuali ada perubahan pada lingkungan yang membuat mereka merasa tidak nyaman untuk datang lagi.